Terjebak Wajah Cantik Guruku

Senin, Maret 21st, 2016 - Koleksi Cerita, Tante Setengah Baya
cerita dewasa

Hai namaku Arjuna dan aku biasa di panggil Juna aku seorang pelajar SMA yang masih duduk di kelas 3 SMA. Selama ini aku memang sudah sering menjalin hubungan dengan seorang cewek seusiaku, karena aku memang salah satu murid paling keren di sekolah karena itu tidak dapat di pungkiri kalau cewek memang sering mencari cowok seperti aku dan jadilah aku seorang cowok play boy.

Sebenarnya aku sedang menjalin hubungan dengan gadis bernama Via dia termasuk murid satu sekolah denganku. Bersamanya juga aku menjalin hubungan paling lama, biasanya aku hanya bisa bertahan selama 3 bulan setelah itu hubunganku berakhir dengan sendirinya. Dan selama itu juga tidak ada kata penyesalan atupun kekecewaan padaku karena aku hanya menjalin hubungan hanya untuk melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa.

Aku sering melakukan hal itu karena sudah menjadi hal wajib bagi para anak muda sekarang. Termasuk aku yang masih memiliki jiwa labil sebagai seorang anak SMA, apalagi aku sering di suguhkan video bokep hampir setiap hari bersama dengan teman-temanku, bukan hanya itu saja hampir setiap hari kami selalu membahas adegan cerita dewasa ketika kami nongkrong bareng.

Cerita Dewasa Guru Cantik

Awalnya aku kira bersama Via aku dapat lama menjalin hubungan karena dia begitu cantik dan juga tajir setiap jalan denganku. Tapi akhirnya sama saja karena akupun terpikat pada wanita lain, dan tidak tanggung-tanggung kini aku tertarik pada wanita yang jauh lebih dewasa dariku dan dia tidak lain adalah guru pengajarku sendiri di sekolah bu Dilla namanya.

Dia merupakan wanita yang memiliki wajah imut dan juga tubuh yang begitu anggun ketika berjalan, bu Dilla termasuk guru pindahan dari sekolah lain. Pertama masuk dalam kelasku aku sudah tertarik padanya begitu juga teman-temanku yang biasa melakukan adegan cerita dewasa, karena setiap melihat penampilannya yang begitu seksi dari bu Dilla guru baru kami.

Karena itu hampir setiap hari juga aku selalu mencari perhatiannya, mulai dari mengerjakan tugas sekolah yang dia berikan sampai mencuri pandang setiap dia mengajar di kelasku. Bahkan aku berani memandanginya dengan tatapan mesra dan aku lihat bu Dilla suka hal itu karena biasanya seorang guru jika di perlakukan hal seperti itu dia akan marah bahkan menghukumku.

Tapi bu Dilla tidak melakukan hal itu yang ada dia hanya membalas senyumanku dengan senyuman manisnya. Dan itu membuat aku semakin berani memandangnya bahkan aku berani menggodanya dengan berbagai macam cara, sampai akhirnya aku mendapatkan nomor bu Dilla yang membuatku semakin dekat dengannya. hingga pada suatu hari aku pergi main kerumah bu Dilla dan sebelumnya aku sudah bilang kalau mau main sore ini.

Ternyata tidak sulit menemukan alamat bu Dilla karena tidak berapa lama kemudian aku sudah berada di depan rumahnya. Dengan memencet bel akhirnya keluar bu Dilla dari dalam rumahnya ” Kamu Juna…. ibu kira kamu tidak jadi datangnya…. ” Katanya sambil membukakan pintu untkku, dan akupun masuk dalam rumahnya setelah itu aku lihat bu Dilla melenggang ke dalam rumahnya.

Tidak berapa lama kemudian dia datang dengan membawa hidangan untukkku, sebuah minuman dan makanan kecil yang langsung dia suguhkan padaku. Sambil duduk di sampingku kamipun mengobrol dan obrolan ini terlihat begitu basa basi, karena itu akupun tidak lagi sabar melihat paha bu Dilla yang terlihat begitu menantang dan aku yakin bu Dilla sengaja memperlihatkan padaku.

karena itu akhirnya aku berani mendekat pada bu Dilla dan kulabuhkan ciumanku. Bu Dilla berusaha menghindar dari ciuman bibirku tapi aku langsung memegang pundaknya dan kembali aku menciumnya saat itulah dia tidak lagi malu ataupun menghindar tapi langsung membalas lumatan bibirku dengan begitu buasnya mirip dengan pemain dalam cerita dewasa yang sering aku baca.

Sedikit kasar aku menarik kaos yang dia pakai, kemudian bibirku mendarat pada teteknya ” oouughh… Juna…. jangan sampai… aaaagghhh… ” Belum selesai bu Dilla berkata langsung saja aku kembali mengulum bibirnya dengan lebih lembut dan mesra. Dan diapun menyerah dengan permainanku karena kini bukan hanya bibirku tapi tangankupun tidak lagi diam namun meraba lekuk tubuh Bu Dilla.

Sampai akhirnya kami berdua sudah sama-sama telanjang dan tanpa malu lagi aku masukkan kontolku pada memek bu Dilla. Yang aku lihat dia sudah terpancing dan bernafsu untuk melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa ” Ooouugghh… ooouuuggghh… aaaaggggghhh… Juna.. ka..mu.. he..bat… aaaagggghh… ” Desah bu Dilla membuatku semakin bergairah untuk memuaskannya.

Perlahan aku masukkan kontolku dalam memeknya yang sudah terasa basah rupanya dia memang sudah kepingin dari tadi. Tapi karena malu dia pura-pura tidak mau, ketika kontolku masuk menerobos dalam memeknya bu Dilla menjerit kecil tertahan ” Oouuggghh… ooouuuugghhh… Jun… Tung..gu… sayang… oouugghh.. ” Dia menarik nafas panjang kemudian menyuruhku melanjutkannya.

Akupun langsung bergerak di atas tubuhnya dan aku celupkan kontolku dengan gerakan melambat pada awalnya tapi semakin lama semakin aku tidak dapat mengontrol goyangan pinggulku. Dan aku dengar bu Dilla kembali mendesah ” Oooouuugghhh… aaaaaagggggghh… aaaaaaaaaggggghhh…. aaaaaaaaggggggghhhh… oooouuuggghhhh.. ” Dia menggigit bibirnya sendiri.

Berusaha menikmati adegan demi adegan layaknya dalam cerita dewasa ini. Sampai akhirnya aku tidak tahan dan ada ketakutan juga, takut ada yang melihat kami apalagi aku ingat kalau pintunya tadi belum di kunci oleh bu Dilla akhirnya semakin cepat aku menggerakan pinggulku ” Ooouugghh… Juna… keluarin.. sa..ja.. ya… bu… ooouuugggggghhhh…. ooouuugghh… ” Desahku.

Saat itu aku melihat bu Dilla menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dan akupun mempercepat menggoyang pantatku dan ” AAaagggghhh… aaaaaggghhh….. aaaaagggh… Nik..mat… sa..yang… ” Tubuhku terkulai lemas setelahnya layaknya pemain cerita dewasa, akupun terhempas di samping tubuh bu Dilla yang sama-sama kecapekan juga dan kamipun saling beradu pandang di tempat tidur itu.

Terjebak Wajah Cantik Guruku | ceritablue | 4.5