Pelukan Hangat Tubuh Menantuku

Minggu, Maret 27th, 2016 - Daun Muda, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Sebagai laki-laki dewasa yang telah memasuki usia 50 tahun, tentunya aku masih ingin menikmati permainan sex yang bisa memuaskan aku. Memang saat ini aku sudah memiliki seorang istri dan tiga orang anak yang sudah menginjak dewasa juga, bahkan anak sulungku sudah memberiku cucu yang lucu-lucu tapi tetap saja aku masih ingin merasakan permainan sex yang dapat memuaskan aku.

Sampai akhirnya aku menemukan seseorang yang dapat melakukan hal itu, dan tidak lain adalah menantuku sendiri istri dari anak sulungku. Sebenarnya aku tidak menyangkan sebelumnya kalau aku akan berselingkuh dengannya, karena dia aku lihat begitu mencintai anakku. Tapi tanpa aku duga kamipun melakukan adegan seperti dalam cerita sex yang selama ini menjadi referensiku di dalam mencari kepuasan.

Pelukan Daun Muda

Dia biasa memanggilku ayah mengikuti anakku. Dan aku biasa memanggilnya Melda dia masih muda karena saat ini dia berumur 31 tahun dan sudah memberikanku seorang cucu laki-laki yang masih balita. Sebenarnya rumah kami berada di lain kota tapi aku memang sering menemuinya terkadang bersama istriku kadang juga sendirian pertama aku memang suka bermain dengan cucuku.

Tapi belakangan ini bukan cucu yang menjadi prioritas utamaku jika pergi kesana, tapi Melda menantu yang telah memberikan kehangatan padaku. Tapi aku harus pintar-pintar menyembunyikan hatiku karena bagaimanapun aku tidak mau kalau sampai perselingkuhanku sampai ketahuan orang lain, kasihan juga melihat Melda jika hal itu sampai terjadi karena dia telah memuaskan aku.

Di dalam melakukan adegan layaknya dalam cerita sex yang sering kami lakukan berdua, seperti hari ini aku memang berencana pergi menemui Melda karena aku tahu kalau anakku sedang pergi tugas keluar kota. Dan ketika istriku bilang mau ikut aku bilang kalau masih mau mampir ke rumah teman dan tidak tahu kapan pulangnya diapun mempercayai alasan yang aku katakan.

Sesampainya di rumah Melda akupun masuk dari pintu depan tanpa memencet bel, karena aku tahu kunci duplikat yang biasa di letakan anakku. Perlahan aku masuk dengan mengendap ketika melihat kamar depan aku melihat cucuku sedang tidur dengan nyenyaknya. Kemudian akupun masuk lebih kedalam dan ketika berada di depan ruang dapur aku melihat kalau Melda sedang memasak.

Akupun langsung memeluknya dari belakang ” Aduh… Ayah.. bikin kaget saja…. ” Kata Melda manja padaku akupun mendaratkan ciumanku pada belakang lehernya, saat itu juga dia meletakan barang yang ada di tangannya kemudian berbalik dan membalas pelukanku ” Ayah bawain sesuatu buat kamu… ” Kataku dan Melda bertanya balik ” Apa..?” Katanya dengan begitu manja.

Akupun memperlihatkan sebuah kalung yang memang aku siapkan dari tadi, lalu aku pakaikan pada leher Melda ” Tapi Yah.. kalau nanti mas nanya aku mau bilang apa… ” Akupun memberitahunya untuk mengatakan ” Bilang saja kalau hasil dari tabungan kamu…. ” Saat itulah kami kembali berpelukan lebih hangat lagi layaknya pemain adalam cerita sex yang saling melepas kangen.

Aku menggerayangi lekuk tubuh Melda dan diapun mendesah menikmatinya akarena itu tanpa menunggu lama akupun mengangkat tubuh langsingnya kedalam kamar. Karena aku takut kalau sampai anaknya bangun dari tidurnya, perlahan aku merebahkan Meldaa di atas tempat tidur dan aku lepas pakaianku saat itu juga Melda melepas pakaiannya sendiri dengan cepatnya.

Diapun tidak menunggu waktu lama untuk mengulum kontolku dalam mulutnya ” Ooouuugggghh… ooouuugghh.. mEl… da…. pe..lan… sa… yang… aaaaaagggggghhhh…. aaaaaagggghhh… ” Bagai menjilat es krim dia asyik memainkan kontolku, sampai berkali-kali pula aku menmdesah menikmatinya karena hal ini yang membuatku kangen pada Melda karena istriku tidak mau lagi melakukan hal ini.

Dengan penuh kelembutan Melda terus mengulum kontolku sampai akhirnya akupun memegang kedua pundaknya dan aku angkat tubuh mElda. Saat itulah aku ingin segra menancapkan kontolku pada lubang memeknya dan sekali tekan kontolku dapat masuk dengan tepat, kemudian aku gerakan pantatku sesuai irama begitu juga pantat Melda yang ikut bergerak di bawah tubuhku.

Aku mencoba memutar kontolku dalam memeknya diapun mendesah panjang ” Ooooouuugggghhh…. oooouuuggghhhhhh…. oooouuuuggghh….. Nik.. mat… Yah… aaaaaggghh… terus….. aaaagghhh… yang.. ke… ras … Yah…… aaaaggggghhhhh….. ” Semakin cepat pula dia bergerak di atas tubuhku, dan aku memejamkan mata tidak mau melewati hal seperti ini.

Menurutku baru kali ini aku menikmati permainan sex yang begitu memuaskan bagiku tanpa harus mencapai puncak kenikmatan. Terus saja aku bergerak maju mundur di atas tubuhnya ” OOOuugghh…. oooouuuuggghh…. sa… yang…… ayah…. aaaaaggghhh…. aaaaaaagggghhh… puas… sayang…. aaaagggghh….. ” Kini aku merasakan kalau kontolku akan segera menyemburkan lendir hangatnya.

Bagai pemain dalam cerita sex akhirnya aku tekan kontolku lebih dalam lagi, saat itulah larva hangat mencair dalam memek Melda. Diapun memeluk tubuhku penuh kepuasan dan aku cium beberapa kali kening Melda yang terasa asin keringatnya. Begitu juga mElda yang dengan sengaja memeluk tubuhku bahkan sampai dia dekap penuh kepuasan dan aku tahu kalau dia telah mencapai puncak kepuasan itu.

Pelukan Hangat Tubuh Menantuku | ceritablue | 4.5