Nikmatnya Kontol Gede Ayah Tiriku

Kamis, Maret 3rd, 2016 - Daun Muda, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Aku seorang wanita yang sudah memasuki usia 28 tahun dan belum menikah juga, mungkin karena sifatku yang pemalu sehingga sampai saat ini aku belum menemukan tambatan hati juga. Dan mungkin karena tubuh bongsorku yang mengakibatkan aku kurang mempunyai percaya diri, dan aku tidak pernah menggaet seorang pria dengan tubuh seperti ini mungkin aku merasa malu. Dan tidak pernah sekalipun aku melakukan adegan cerita sex.

Kontol Ayah Tiri

Panggilanku Reka dan kegiatan hari-hariku hanya membantu ibuku menunggui warungnya. Karena setelah di tinggal mati oleh ayahku, ibuku mempunyai cara untuk menyambung hidup dengan cara membuka warung nasi. Dan sampai sekarang meskipun dia sudah menikah lagi dengan laki-laki yang berprofesi sebagai sopir, karena memang bertemu di warung ini juga.

Pernikahan ibuku sudah memasuki 2 tahun dengan ayah tiriku, dan aku biasa memanggilnya ayah Heri. Dia begitu baik padaku dan juga ibuku. Dengan tubuh sangarnya dia mampu meluluhkan hati ibuku yang beberapa kali juga pernah di dekati laki-laki lainnya namun ibu tetap tidak mau saat itu tapi entah kenapa ibuku memutuskan untuk menikah dengan ayah Heri.

Mungkin juga karena ayah Heri begitu lihai memainkan adegan seperti dalam cerita sex. Karena beberapa kali juga aku pernah mendengar desahan ibuku ketika melakukan adegan layaknya dalam cerita sex, dan aku hanya bisa mendengarnya dan pura-pura tertidur pulas di kamarku padahal kala itu aku tidak dapat memejamkan mata sedikitpun karena kepikiran juga.

Pernah juga aku melamunkan bagaimana ibuku ketika sedang melakukan adegan seperti dalam cerita sex tersebut. Bahkan sampai aku onani karena memikirkan hal itu, dan jika sudah melakukan onani akupun merasa puas dan dapat tertidur dengan pulasnya malam itu, dan sampai juga adegan cerita sex itu terbawa hingga kemimpiku karena memang menjadi kepikiran terus.

Namun lamunanku selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Setelah memasuki usia 2 tahun pernikahan dengan ibuku akhirnya pada suatu hari aku sedang berada di rumah sendirian karena memang kalau di rumah belum bersih-bersih biasanya aku tinggal di rumah untuk membersihkan rumahku. dan setelah selesai bersih-bersih akupun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.

Sampai di dalam langsung saja aku mengguyur tubuhku dengan air. Terasa segar saat itu juga tubuhku kemudian setelah aku bilas dari sabun yang sudah aku usapkan pada tubuhku, kemudian akupun keluar dengan memakai handuk karena memang saat itu tidak ada orang di rumah, tapi betapa terkejutnya aku ketika aku melihat ayah Heri berada di dalam kamarku.

Aku mencoba membalikkan tubuhku untuk menghindarinya tapi dia langsung memeluk tubuhku dengan eratnya ” Ayah suka kamu Reka… sungguh.. ayah suka kamu dari dulu… ” Aku hanya bisa mencoba melepas dekapan tangan ayah Heri namun tangannya begitu kekar sehingga aku tidak dapat melepaskan diri darinya, dengan sikap kasarnya dia lumat bibirku saat itu juga.

Dengan sekali copot handukku langsung lepas dan terlihat tubuh bugilku di depan ayah Heri. Dia membelalakan matanya sambil tersenyum  dia mendekapku kembali dan berkata ” Reka aku memang suka kamu dari dulu sayang.. tahu begitu aku menikahimu saja cantik… ” Entah apa elusan tangan ayah Heri yang membuatku terpukau atau kata-kata manisnya.

Kini dia sudah membopong tubuh bugilku, dan dia rebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Dengan kasarnya dia menindih tubuhku dan dia masukkan kontolnya yang berukuran gede, aku menggelinajng karena baru pertama kali memekku di masukkan kontol gede seperti itu. Walaupun baru pertama kali tapi aku dapat mengretahui kalau kontolnya termasuk ukuran gede.

karena aku tahu dari gambar cerita sex yang sering aku baca. Kini terlihat ayah Heri bergerak di atas tubuhku, langsung saja aku mendesah nikmat juga rasanya ” Ooouuuuggggghhhh… ooouuugghh….. ooouuuuggghh… aaaaaagaggghhhg… aaaaaggghhh.. ” Terasa nikmat dalam memekku akupun menikmati goyangan pantat ayah Heri karena baru pertama kali ini aku merasakan kontol.

Bergerak semakin cepat ayah Heri menggoyang pinggulnya mungkin karena takut sampai ibuku datang dari warung. Dia bergerak cepat bahkan sampai tubuhnya sudah bersimbah dengan keringat yang mengucur dari tubuhnya, bahkan ayah Hri mengerang dengan paraunya ” Ooouughhh… Reka… ayah… keluar… aaaaagghhh… aaaaaggghhh… ” Dia terlihat mengejang tubuhnya.

sambil mendekap tubuhku ayah Heri terus menekan kontolnya semakin dalam pada lubang memekku. Terasa hangat lendir yang menumpah pada memekku, akupun menjadi memejamkan mata menikmatinya bahkan sebelum ayah Heri turun dari atas tubuhku aku sudah ingin melakukan hal ini lagi, sungguh seperti dalam adegan cerita sex yang nyaris sempurna bagiku dan aku tidak akan menolak jika ayah tiriku mengajak lagi.

Nikmatnya Kontol Gede Ayah Tiriku | ceritablue | 4.5