Memuaskan Kontol Gede Mas Vino

Sabtu, Maret 5th, 2016 - Cerita 17 Tahun, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Awalnya aku kurang mengenal baik mas Vino, karena meskipun wajahnya cakep tapi sikapnya terlalu cuek. Malah bersikap seolah aku tidak ada di tempat itu ketika ada aku di sana dan ada dia juga, banyak gadis yang tertarik bahkan berusaha mendekati mas Vino. Karena selain orang kota dia juga mempunyai wajah yang ganteng dan keren pula hingga banyak cewek kesemsem padanya.

Mas Vino adalah cucu dari nenek Sri yang berasal dari Jakarta. Dan dia memang berdomisili di Jakarta dengan kedua orang tuanya, dan baru kali setelah dewasa Mas Vino berlibur ke rumah neneknya padahal masa kecilnya dia habiskan di desa ini. Ketika menginjak usia 6 tahun baru dia pindah ikut kedua orang tuanya yang memang mamanya dari kota tersebut.

Namaku Sari dan aku tinggal di desa ini juga, banyak yang bilang kalau wajahku mirip artis sinetron yang lagi naik daun. Tapi aku masih malu-malu untuk mempunyai seorang pacar, meskipun banyak juga yang mendekatiku. Bahkan di sekolahku juga sudah banyak yang mengenal cerita dewasa meskipun kami berada di daerah terpencil tapi dengan adanya internet semua menjadi lebih mudah mengenal dunia luar.

Nafsu Kontol Gede

Masih aku ingat ketika kecil dulu kami sering main bersama. Bahkan masih aku ingat panggilan manis mas Vino padaku namun kini semua itu tidak ada gunanya lagi, dan tidak sekalipun dia memanggil namaku. Bahkan ketika nenek Sri mengingatkan dia kalau aku adalah sari masa kecilnya dulu, dia hanya tersenyum lalu kembali melakukan aktifitasnya kembali.

Karena itu meskipun rumah nenek Sri bersebelahan dan hanya ada pembatas dari pagar tanaman, tapi aku jarang sekali pergi kerumah nenek Sri setelah ada mas Vino datang. Padahal biasanya hampir setiap hari aku menemani nenek, karena dia memang sudah tinggal sendirian tapi ada tetangga kami yang bekerja di rumahnya juga namun dia pulang kerumahnya tiap sore tiba dan baru datang keesokan harinya.

Namun hari itu aku dengar nenek Sri memanggilku ketika aku lewat depan rumahnya, dengan menggunakan sepeda aku langsung masuk kehalaman rumahnya dan masih berkata dari atas sepeda ” Ada apa Nek…?” Nenek langsung menjawab ” Kamu kok nggak pernah kesini… ” Akupun meletakkan sepedaku dan menghampiri nenek yang lagi duduk santai di teras depan rumahnya.

Kamipun mengobrol bersama bahkan seperti biasa kami bercanda dan saat itu juga datang mas Vino mendekatiku, dia langsung bergabung dengan kami dan diapun bercerita kalau liburan akhir semester kali ini memang sudah dia rencanakan sejak dulu. Sebelum menginjakkan kaki ke bangku kuliah dia ingin berlibur ke rumah neneknya terlebih dahulu dan mengenang masa kecil yang dia habiskan disini.

Sejak saat itu kami lebih dekat lagi, bahkan banyak yang iri melihat kami berdua kelihatan akrab. Dan untuk kesekian kalinya mas Vino mengajakku ke kota untuk jalan-jalan menggunakan motornya, sebenarnya itu adalah motor jadul, tapi masih bagus kelihatannya. Dan akupun membonceng dari belakang sambil memeluk pinggangnya meskipun awalnya aku cukup malu melakukan hal itu.

Sampai di rumahnya kami tidak melihat nenek Sri, mas Vino langsung masuk kedalam kamarnya. Saat itu juga aku langsung berniat pergi tapi begitu mas Vino memanggilku, aku langsung masuk dalam kamarnya betapa terkejutnya aku ketika tangan mas Vino sudah memelukku, sambil menciumi leherku dia berkata lirih padaku ” Sari aku kangsen sama kamu.. gimana kalau kita pacaran.. ” Terselip rasa senang dalam hatiku.

Aku membiarkan mas Vino menggerayangi tubuhku bahkan ketika tangannya masuk dalam bajuku dan langsung meremas ke dua tetekku. Aku merasakan sekujur tubuhku serasa mau meleleh tapi aku dapat menahanya dengan memeluk erat tubuh mas Vino, semakin berani mas Vino melepas pakaian yang menempel pada tubuhku sehingga terlihat dengan jelas bentuk tubuhku dan juga kemaluanku.

Mas Vino menatap tubuhku sambil berjalan mundur, dan menutup pintu kamarnya yang semula terbuka. Lalu dia menguncinya dari dalam dengan kembali padaku sambil terus menatap tubuh bugilku layaknya adegan dalam cerita dewasa yang sering aku baca. Kemudian mas Vino membopong tubuhku dan merebahkannya di atas tempat tidur dalam kamarnya yang sudah tertutup rapi.

Lalu dia langsung berusaha memasukkan kontolnya dalam sekejap namun ternyata mas Vino tidak dapat melakukan hal itu, karena terlalu sempit lubang memekku yang memang belum pernah sekalipun melakukan hubungan intim layaknya dalam adegan cerita dewasa. Sakit kurasa dalam memekku dan aku tidak malu untuk berteriak karena memang benar-benar sakit kurasa.

Aku menggeliat dan langsung saja mendesah ” Oooouuuugggghhhh…. ooouuuggghhhghh… aaaaggghhhh…. mas Vin… ooouuugggghh… ” mungkin sudah merasa jengkel dengan kontol yag tidak dapat menembus lubang memekku, akhirnya dia memasukkan kontolnya dengan kasar padaku ” Oouughh.. sakit mas.. aaagghh… ” Mas Vino memang berhenti sejenak ketika aku menjerit.

Lantas dia langsung bergerak dengan gerakan layaknya dalam cerita dewasa. Sedangkan aku meskipun awalnya merasakan kesakitan yang teramat sangat akhirnya aku menikmati rasa nikmat juga dan akupun mendesah karena nikmatnya ” Ooouuugggghhh… oooouuuuggghhhh… oooouuuuggghhh… oooouuuggghhh… ” Desahanku membuat mas Vino semakin bergairah karena dia semakin cepat bergerak ke atas dan kebawah.

Tidak perlu lama karena akhirnya mas Vino langsung memuncratkan spermanya dalam lubang memekku. Dan terasa hangat juga nikmat ketika lendir itu membasahi memeku yang juga sudah sama-sama basah. Tubuh mas Vino terkulai di atas tubuhku bahkan dia seolah tidak bergerak lagi namun nafasnya masih terengah-engah. Begitu juga denganku tapi aku tetap mencium tubuh mas Vino.

Memuaskan Kontol Gede Mas Vino | ceritablue | 4.5