Cerita Sex Ngentot Memek Basah Ayam Kampus

Senin, Februari 1st, 2016 - Daun Muda, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Hampir setiap hari aku selalu melihat cewek cantik di kampus. Kalau melihat yang kinclong dikit aku menjadi ingin menggodanya, maklum di usia yang baru 21 tahun aku selalu membayangkan cerita sex seperti di internet. Apalagi teman-temanku sering ngobrolin hal-hal seperti itu, di kampus aku biasa di panggil Nando padahal nama asliku adalah Nanda yang panjangnya Nanda Prasetyo.

Cerita Sex Memek Ayam Kampus

Tapi aku malu jika di panggil dengan nama Nanda. Karena itu aku selalu bilang kalau namaku Nando, akhirnya banyak yang bilang kalau aku Nando. Di rumah aku termasuk anak yang begitu dekat dengan mama, karena aku anak tunggal. Bahkan ketika Mama bikin kue aku biasa membantunya, tapi ketika teman-temanku datang ke rumah aku langsung berhenti bantuin Mama.

Karena malu juga jika dilihat temanku kalau aku bantuin mama, apalagi kalau bikin kue. Dan Mama mengerti kalau aku malu pada temanku, diapun tidak memaksaku untuk membantunya. Mama selalu mewanti-wanti kalau aku tidak boleh melakukan cerita seks ataupun cerita hot di usiaku yang masih terlalu muda katanya, akupun mengiyakan kata-kata Mama.

Hingga pada suatu ketika aku pergi ke pesta salah satu teman kampusku. namanya Bagas, dia mengadakan pesta di salah satu Villa miliknya. Dari rumah aku berangkat dengan kedua temanku dengan satu mobil. sampai di sana kami langsung bergabung dengan yang lain, saat aku pergi kebelakang untuk mencari toilet. Tiba-tiba setelah keluar dari toilet, aku menabrak seseorang.

Aku mencoba menangkap tubuhnya, ternyata dia Sita cewek cantik yang begitu terkenal di kampus karena dia di kenal sebagai ayam kampus. Dengan tubuh seksinya dan wajahnya yang begitu canti seperti blasteran gitu, membuat sita begitu di kenal meskipun bukan sebagai ayam kampus. Mungkin karena hal itu dia tidak semabarangan memilih teman.

Bahkan di kampus dia jarang bareng teman cowok, mungkin dia tidak mau di panggil dengan sebutan itu di kampus. Padahal banyak cowok di kampus yang mencoba mendekatinya, tapi dengan sikap anggunnya Sita menolak mereka dengan lembutnya. Aku saja penggemar Sita, saat dia melintas di depanku gaya berjalannya sungguh menggoda tanpa harus menggoyangkan pantatnya dengan berlebihan.

Cukup dengan berjalan santai dan pelan, tapi dengan postur tubuh yang mirip model membuat Sita anggun bila berjalan. Dan kini dia berada di dekapan tangnku, sampai-samapi aku terkesima di buatnya ” Oh..maaf..” Kataku padanya ketika dia mencoba berdiri kembali. Dia hanya tersenyum dan bilang ” Nggak pa-apa..aku juga salah..jalan terburu-buru..” Kata Sita.

Saat itu juga aku melihatnya berlalu dari hadapanku. Tapi baru sebentar sudah memeberi kesan yang begitu manis padaku. Ketika kembali berkumpul dengan teman-temanku, aku mencari wajah Sita di antara teman-teman, dan saat aku melihatnya ternyata dia sedang menatap kearahku juga. Akupun salting dan langsung berpaling darinya, dengan perasaan yang tak menentu.

Tapi ketika aku keluar dari temapt itu, aku melihat Sita juga berada di teras belakang Villa itu. Aku hendak pergi dengan sembunyi-sembunyi dari sana, tiba-tiba dia bilang ” Biar aku yang pergi ..kamu di sini saja..sepertinya kamu nggak suka sama aku..” Mendengar kata-katanya, akupun langsung menjawab ” Oh..bukan itu maksudku..” Ketika dia hendak pergi.

Aku dengan berani menarik tangannya hinnga dia berada di pelukanku, Sita terdiam dalam dekapanku mungkin dia mendengar detak jantungku. Karena aku juga merasa tangannya seperti meraba-raba dadaku, aku mencari dagunya untuk aku pegang dan aku angkat, ketika dia sudah menengadah aku lumat bibirnya yang begitu seksi dan wangi tubuhnya semakin membuatku bergairah.

Bagai dalam cerita hot aku kulum bibir Sita yang berada di depanku. Tapi kembali dia membalas dengan begitu hot. Karena dia mainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, sungguh nikmat kurasa. Melihatku terpukau oleh permainanya, Sita berbisik “Kita ke dalam mobil yuk…” Bagai kerbau di pegang hidungnya akupun mengikutinya dari belakang.

Saat itu juga kami masuk kedalam mobil Sita yang terparkir di bawah pohon, di halaman villa tersebut. Tanpa menunggu lama kami langsung saling bergumul di dalam mobilnya. Tubuh Sita merangkak menindih tubuhku yanag terbaring di jok belakang mobilnya. Dia sosor bibirku, wajahku hingga leherku tidak luput dari jilatan bibirnya yang sesekali menggigit mesra.

Aku begitu menikmatinya hingga tanpa terasa, aku hanya terdiam tanpa membalas permainan bibir Sita. Dengan lihainya Sita membuka bajuku, bagai anak kecil yang di tuntun ibunya, aku terdiam ketika Sita buka bajuku. Sedangkan dia tidak perlu membuka bajunya hanya dengan sekali singkap Sita sudah dapat merangkak dan menggoyang tubuhku.

Tanpa membuka bajunya dia hanya membuka celana dalamnya, sedangkan bajunya yang beraksen terusan dan longgar juga. Membuatnya mudah dia singkap. Ketika dia masukkan kontolku kedalam memeknya, dia langsung menggoyang tubuhnya karena kontolku dengan gampang melesat masuk kedalam memeknya yang sudah basah, tapi begitu Sita menggoyang dengan cepat dan keras.

Membuatku menggelinjang juga “Oouugghh…aaaggghhh…ooouuuaaagghhh…aaagghhh…uuugghh..” Desahanku membuat Sita semakin bergairah, dengan mempercepat goyangannya dan diapun mendesah juga “Eeeggghh….eeeehhggg…eeeeggghhhh….eeegghh…” Sambil terus bergoyang di atas tubuhku. Aku memegang pingganggnya sambil membantunya mengangkat tubuhnya.

Ketika dia bergerak di atas tubuhku, begitu Sita memmutar pantatnya aku merasa bagai menikmati rasa yang begitu nikmat luar biasa. Sita menatapku sambil bergoyang dan kembali mengerang ” Oouugghh…aku…su..dah….nggak…tahan…sayang…” Katanya sambil meliuk-liukkan tubuhnya di atas tubuhku, kemudian dia mengejang lama sekali. Aku tahu dia sudah mencapai klimaks.

Saat itu juga aku balikkan tubuhku, hingga menindih tubuh Sita. Yang sudah lunglai tapi ketika aku menggeraakn tubuhku lagi dia menggelinjang . Dan kembali mendesah-desah bahkan ketika aku mengejang dan menekan kontolku semakin dalam pada memeknya , diapun mengerang kenikmatan “Ooouugghh..a..ku..ke..lu..ar…lagi….oouuggh..” Katanya sambil memeluk erat tubuhku.

Tidak lama dari itu akupun mengejang dan aku hentakkan kontolku semakin lama dalam memeknya hingga akhirnya, akupun mencapai klimaks dengan memuncratkan sperma kentalku pada lubang memeknya yang begitu basah sekarang. Apalagi Sita mendorong tubuhku ke belakang, dan terdengar suara becek dari dalam memek Sita. Diapun merasa malu tapi aku pura-pura tidak menghiraukannya.

Karena Sita sudah memberikan kepuasan bagiku, bagai dalam cerita hot yang sudah biasa dia lakukan. Ketika kami rasa cukup melepas lelah, kamipun masuk kedalam ruangan pesta tadi. Ketika Sita malu untuk bersamaku, dengan cepat aku pegang tangannya dan membawanya masuk, saat itu juga kami jadi pusat perhatian banyak mata. Karena mereka pasti tidak menyangka kalau kami akan bergandengan seperti itu.

Cerita Sex Ngentot Memek Basah Ayam Kampus | ceritablue | 4.5