Cerita Sex Gairah Nafsu Mirna

Senin, Februari 1st, 2016 - Daun Muda, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Mirna adalah salah satu teman satu kantor denganku, umurnya kira-kira 23 tahun. Dengan memiliki body montok di tambah buah dada yang menggantung bagai buah pepaya, membuatnya semakin terlihat menantang jika berjalan. Hingga dia menjadi pusat perhatian setiap hari di kantor, baik kaum cewek yang menggosipkannya dan cowok yang suka bergairah bila melihatnya. Karena dia mirip pemain dalam cerita sex.

Cerita Sex Mirna

Sedangkan aku teman satu kantor juga dengan Mirna, namaku Rafa. Tapi aku menjabat posisi yang jauh lebih tinggi dari Mirna, kalau dilihat dari jabatannya Mirna termasuk salah satu staf bawahanku. Jadi tiap bertemu dengan ku Mirna selalu tersenyum dan bersikap sopan serta formal juga, padahal akupun tertarik padanya. Meskipun umurku sekarang sudah menginjak 37 tahun.

Tapi karena penampilanku yang selalu modis meskipun aku seorang cowok.  Hal itu yang membuatku terlihat lebih muda, bahkan aku orang yang tipenya tidak suka membandingkan jabatan. Karena itu aku sering di ajak makan bareng juga sama bawahanku, dan jika ada waktu aku pasti tidak menolak.  Menurutku seru juga dengan keluar bareng mereka.

Hingga pada suatu ketika, aku menerima ajakan salah satu stafku yang bernama Aldi.  Akupun menyetujuinya bahkan ada yang numpang mobilku ketika kami berangkat ke salah satu restoran tempat kami makan.  Sesampainya di sana kami langsung mengobrol bareng, hingga akhirnya datang rombongan bagian cewek kantor juga.  Merekapun bergabung dengan kami.

Di sana aku melihat Mirna yang terkenal itu, karena tempat yang kami datangi salah satu tempat restoran bagai di lesehan. Kamipun duduk di lantai beralaskan karpet cantik. Tiba-tiba Mirna tidak dapat bagian tempat duduk, akhirnya Aldi bilanng  ” Oh..kamu duduk di dekat pak Rafa saja Mir..”  Aku hanya terdiam pura-pura tidak menanggapinya.

saat itu juga aku lihat Mirna duduk di sebelahku. Saat itu juga aku dengar kasak kusuk dari cewek-cewek temannya, karena aku tahu kalau Mirna tidak di sukai sama cewek di kantor. Dari yang aku lihat hanya ada beberapa orang yang mau dekat dengannya, tapi dengan muka manisnya Mirna selalu bersikap biasa saja pada mereka yang tidak menyukainya.

Ketika kami lagi enak-enaknya makan, aku sempat melihat perbuatan Santi. Bawahanku juga, melempar Mirna dengan sayuran tapi secara sembunyi akupun pura-pura tidak melihatnya, dan masih banyak lagi yang mereka lakukan. Akupun berhenti makan, saat itu  aku lihat Mirna pamit pulang terlebih dahulu. Saat itu juga aku dengar ada yang menyindirnya.

Sebenarnya aku risih juga, tapi untungnya saat itu juga ada suara Hp ku. Akupun mengangkatnya dan ternyata suara Mama yang menayakn aku sudah makan belum, tapi akupun pura-pura sibuk dengan bilang pada yang lain kalau aku harus pergi, karena ada urusan dan mereka mengerti. Saat itu juga aku keluar dari restoran itu dan mencari Mirna di sepanjang jalan dekat tempat itu.

Setelah pelan aku menjalankan mobilku, dari jauh aku lihat Mirna berjalan sambil mendekap tanganya . Karena malam itu memang udara dingin sekali, kasihan juga melihatnya, akupun mendekatkan mobilku dan berhenti di dekatnya. Akupun keluar dan mendekatinya, dia terlihat kaget “Ayo..aku antar kamu…”  tapi dia menolak ajakanku, walau aku agak memaksa sebenarnya.

Tapi meskipun aku memaksa Mirna tetap tidak mau ikut mobilku. Akupun membiarkannya ketika dia menghentikan taksi dan masuk dalam taksi tersebut. Keesokan harinya di kantor aku bertemu dengannya  dan dia masih bersikap cuek. Aku makin penasaran padanya tapi aku tetap bersikap sewajarnya, hingga suatu ketika dia membuat satu kesalahan kecil , tapi aku pura-pura marah besar padanya.

Betapa aku kasihan melihat Mirna yang menangis saat itu. Dengan masih bersikap marah aku bilang padanya ” Nanti sehabis pulang kantor kamu ke rumah saya..” Dia menjawab dengan bibir bergetar ” tapi saya tidak tahu alamat Bapak..” Akupun menjawabnya ” Biar nanti saya sms kamu..” Diapun mengannguk dan keluar dari ruanganku, dari dalam ruanganku aku lihat kalau staf cewek banyak yang membulinya.

Sebelum yang lain pulang aku pulang kantor terlebih dahulu.Di apartemenku aku menunggu Mirna, dan benar saja kurang lebih satu jam aku tiba di rumah. Mirna datang dengan memencet bel, akupun membukakan pintu. Lama juga aku basa basi dengannya hingga akhirnya ketika Mirna hendak pulang akupun berdiri mengantarnya sampai pintu, tapi ketika aku pegang tangannya.

Mirna hanya terdiam di saat aku mentap matanya diapun membalas tatapanku. Saat itu juga aku tarik tangannya hingga dia terjatuh di pelukanku, akupun mendongakkan dagunya dan melumat bibirnya. Mirna diam dan tangankupun kembali menutup pintu dan mendorong tubuh Mirna sambil terus melumat bibirnya. Hingga sampai juga dalam kamarku, dan aku dekati tempat tidur.

Aku masih berdiri dengan Mirna, tapi ketika aku buka bajunya Mirna kembali menolak, akupun kembali mencium bibirnya. Perlahan aku remas teteknya yang sedari tadi menempel di dadaku. Mirna terliha malu, dia memeluk tubuhku ” Jangan Pak..Mirna..bukan pacar Bapak..” Aku mengangkat wajahnya dan bilang ” Gimana kalau mulai sekarang kamu jadi pacarku..” Kataku padanya.

Akhirnya Mirna mau ketika aku kecup bibirnya dan meremas kembali teteknya. Bahkan saat aku buka bajunya setelah aku baringkan dia di tempat tidur, akhirnyas diapun tidak menolak bahkan kini Mirna meliuk-liukkan badanya seperti pemain dalam cerita seks . Terdengar desahan nafasnya di telingaku rupanya Mirna sudah bergairah karena sentuhanku.

Ketika tubuhnya sudah telanjang tanpa pakaian sehelaipun. Akhirnya akupun membuka bajuku tapi masih dengan melumat dan memainkan teteknya, Mirna mendesah sepertinya dia sudah tidak tahan ” Oouugghh…..ooouuugghhh…..pak Ra..fa..ooouuugghh..” Desahan Mirna membuatku semakin bergairah saja. Akupun menghisap putingnya yang berwarna merah kecoklatan.

Mungkin putingnya merupakan bagian tubuhnya yang paling sensitif dari Mirna. karena saat itu juga dia membalas dengan membalikkan tubuhku dan dia lumat bibirku, setelah itu lebih turun kebawah dan sampai juga pada kontolku yang dari tadi sudah menegang. Dia lumat kontol itu setelah dia menatapnya sejenak, dan membuatku merasa geli bercampur nikmat juga. Padahal ini bukan pertama kali aku merasakan cerita seks.

Tapi entah kenapa aku begitu menikmati bermain dengan Mirna, mungkin karena aku sudah tertarik padanya sejak dulu. dan sikap Mirna yang selalu menolakku membuatku semakin penasaran padanya. Tiba-tiba Mirna menghisapnya “ooouugghh…sa..yang…oouuugghh..Mir..na…sa..yang..oouuugghhh..” Aku angkat tubuhnya dan kembali aku baringkan dia.

saat itu juga aku mencoba memasukkan kontolku pada lubang memeknya. Meskipun sulit awalnya tapi setelah kontolku menyusup lubang memek Mirna. akupun bergerak ke atas dan ke bawah sambil menatap wajah Mirna yang saat itu menggigit bibirnya, tidak tahan juga melihatnya akupun mencoba melumatnya tapi tetap menggoyang tubuhnya dengan hentakan yang sama.

Begitu nikmatnya aku bergumul dengan Mirna hingga aku tidak mau berganti Posisi sekalipun. Diapun sama, Menikmati goyangan pantatku sambil mendesah-desah bagai pemain seks dalam cerita seks “Ooouuuwww…ooouuwww…aaaagghh…aaagghh….Nik….mat…pak….aaaggghhh” Kata Mirna sambil memeluk pinggangku juga, aku tersenyum ketika mata kami beradu, diapun membalas.

Tapi begitu aku hentakkan kontolku dengan keras, Mirna mengerang agak keras “OOouugghh…ooouugghh..pak…pe..lan….pe..lan…aaagghh…aaaggghhh….aaaagghhhhh” Begitru terus erangan  dan desahan Mirna. Ketika aku sudah merasa tidak kuat lagi, akhirnya semakin keras dan cepat irama hentakkan kontolku pada memek Mirna, dan diapun mengimbanginya.

Dengan cara agak menganngkat pantatnya sambil ikut bergerak kesamping. Sesekali memutar sampai-sampai aku tidak kuat. dan akhirnya keluarlah lendir kental berwarna putih dari dalam kontolku ” Ma..af…sa…yang..aku ..ngggak ta..han..” kataku dan memeluk tubuhnya . Diapun memeluk tubuhku dan masih terdengar nafasnya yang terengah-engah.

Malam itu Mirna menginap di apartemenku. dan kami berangkat ke kantor bersama, setelah aku antar dia berganti baju kerumahnya, Mirna menolak bersamaku dan dia mencoba menjelaskan sesuatu tapi aku bilang kalau aku sudah tahu alasannya. Saat kami masuk kantor bersama . Banyak mata memandang ke arah kami, apalagi saat aku gandeng mesra tangan Mirna, membuat banyak mata tidak percaya.

Cerita Sex Gairah Nafsu Mirna | ceritablue | 4.5