Cerita Seks Gejolak Nafsu Kontol Tunanganku

Minggu, Februari 21st, 2016 - Cerita 17 Tahun, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Aku seorang wanita yang sudah bertunangan di usia 22 tahun bersama pria yang selama ini memang sudah menjadi pacarku selama kami masih duduk di bangku SMA.  Dia bernama Ardi sedangkan aku Dila, selama menjalin hubungan pacaran aku memang sudah sering main kerumahnya Ardi hingga aku sudah akrab dengan keluarganya yakni papa Mama Ardi serta kakaknya yang sudah tinggal lain rumah.

Namun karena Ardi sering mengajakku ke rumah kakaknya akupun menjadi lebih mengenalnya, apalagi sama Bilqis ponakan Ardi yang masih berumur 2 tahun. Setiap aku kesana dia begitu lengket padaku, seperti hari itu Ardi mengajakku pergi kerumah kakaknya ” Kami Dila.. ayo masuk… ” Kata Kak Nia, kakak Ardi. Kamipun masuk dan langsung saja Bilqis mengahmpiri aku.

Di sana aku bercanda bersama kakak Ardi dan juga ponakannya, karena suami kak Nia masih di kantor sedangkan Ardi cuti kerja hari ini. Apalagi kantornya milik papanya sendiri, namun hal itu tidak membuat Ardi menjadi pribadi yang mau menang sendiri. Dia selalu sportif di dalam pekerjaannya, hari ini dia tidak bekerja karena memang dia mengambil hari cutinya.

Yang biasanya memang ada 2 hari dalam sebulan selain dari hari sabtu dan minggu. Kira-kira ada dua jam aku bermain di rumah kak Nia setelah itu Ardi mengajakku pulang. Kamipun pamit sama kak Nia, tapi bukannya pulang kami masih pergi kesebuah hotel dan seperti biasanya kami akan melakukan adegan dalam cerita seks, dan hal itu bukan yang pertama kalinya kami lakukan.

Cerita Seks Nafsu Tunangan

Sesampainya di hotel kami langsung menuju ke kamar yang sudah kami pesan. Tanpa menunggu lama kami langsung berciuman sambil berpelukan denga posisi masih berdiri. Ardi begitu memanjakan aku dengan ciuman-ciumannya, dia belai lekuk tubuhku hingga aku merasakan kenikmatan yang muncul dari rasa geli pada awalnya, akupun membalas ciuman Ardi dengan lumatan bibir.

Kemudian dengan lihainya Ardi membuka pakaianku, sampai akhirnya bajuku sudah terbuka semua dan terlihatlah bentuk tubuh rampingku di depan Ardi. Dia memandangiku tanpa berkedip sedikitpun sambil membuka bajunya sendiri, karena sudah terbiasa melakukan hal ini maka tanpa malu akupun menggerakkkan tubuhku bagai penari stripis meliuk-liuk di depan Ardi.

Bahkan aku bergaya bagai penari profesional, sebagai pancingan gairah Ardi yang semakin tajam menatapku. Aku melakukannya untuk menambah variasi di dalam melakukan adegan cerita seks, dan itu berhasil karena dari tempatku aku bisa melihat kalau kontol Ardi sudah berdiri tegak. Ardi masih berdiri dengan tubuh yang sudah bugil sedangkan aku berada di atas kasur.

sambil terus meliuk-liukan tubuh mulusku, kemudian Ardi mengahmpiri aku dengan merangkak di atas tempat tidur namun aku coba menghindar dengan bergaya ular membuat Ardi semakin penasran dan gemas dengan tarianku. Kini gantian Ardi yang berada di atas tempat tidur sedangkan aku berada di depan tempat tidur itu. Akhirnya aku kembai meliuk-liukkan badanku.

Ardi hanya terdiam namuan tatapannya sudah di penuhi nafsu, kemudian aku melihatnya menggapaikan tangannya padaku. Saat itulah aku mendekatinya sambil terus melakukan hal itu, setelah aku mendekat Ardi langsung memeluk tubuhku dan dia dekap pula saat itu dan bertubi-tubi memberikan ciuman mesra padaku, akupun mebalasnya dengan cara melumat bibirnya dan aku kulum bibir itu.

Kini Ardi sudah terlentang di atas kasur, dan aku menciumnya dari atas kepalanya dengan cara menunduk sedangkan tubuhku Ardi terlentang. Ketika aku merangakak mendekati kontol Ardi yang sudah tegak berdiri langsung saja aku mengulum kontol itu sementara Ardi menciumi memekku, karena posisi kami sudah seperti angka 69 sungguh posisi yang begitu fantastic menurutku.

Dengan melumat Bibir kemaluanku, Ardi terus menjilatnya bahkan terkadang dia menghisapnya. Akupun tidak kalah dengan permainannya, aku kulum kontol Ardi di dalam mulutku. Bagai orang yang sudah sange aku lahap habis kontol itu sementara tangannku mengocoknya perlahan karena aku takut Ari akan mengalami kesakitan jika aku mengocoknya dengan keras.

Ketika kontol itu berada di dalam mulutku, aku mainkan lidahku di dalamnya ” Ooouugghh….. aaaaagghhhh…. beeeeeiiibbbssss…. ooouugghh… aaaaaaaagg… ” Terdengar desahan Ardi di telingaku dan membuatku semakin bergairah di buatnya, sebenarnya aku juga merasa hal yang sama karena lidah Ardi begitu liar bermain di memekku yang sudah mulai basah.

Kemudian Ardi menarik tubuhku, dan membalikkannya saat itulah aku berada di atas tubuhnya. Tanpa menunggu aba-abab lagi aku langsung memasukkan kontol Ardi pada memekku yang berada di bawahnya Bleep terdengar kalau memeku sudah menyantap habis kontolnya kemudian au menggerakkan pinggulku dengan perlahan agar lebih terasa Ardi menikmatinya.

Setelah itu aku mencoba menghentakkan memekku lebih keras dan benar saja Ardi membelalakkan matanya, lalu dia memegang tetekku yang bergantung sambil mengikuti irama goyangan pinggulku. ” Ooouughh… Beeeibssss… aaaghhh… nggak tahan sayang… ” Ardi benar-benar merasa kenikmatan luar biasa kali ini, dia semakin keras meremas tetekku berulangkali hingga sakit aku rasa.

Ketika aku menduduki kontolnya dan memutar-mutar pinggulku di atas tubuhnya kembali Ardi mendesah ” Aagghh…. uuuggggghhhh… uuugghhhh… aaaaaaaaaghhhhhhhhhh…” Semakin cepat juga aku menggoyangnya hingga beberapa klai juga dia mendesah bahkan sampai mengerang berulang kali, hingga aku rasakan kenikmatan tiada tara bahkan nyaris sempurna.

Sebelum Ardi membalikan tubuhku¬† kini dia berada di atas tubuhku, lalu dia menggoyang pantatnya dengan keras dan cepat. bagai pemain dalam adegan cerita seks terus saja ARdi menggoyang pantatnya begitu keras sekali, sampai akhinya dia mengerang panjang ” AAAagghh.. ooouugghh… sa..yang… aaaaagghhh…….aaaggghhh… ” Dia menekan dalam-dalam kontolnya tanpa harus bergoyang lagi.

Akupun tahu kalau Ardi sudah mencapai puncak kenikmatan dari peramianan seks ini. Dia nampak terkulai dan tiada tenaga lagi, lunglai di atas tubuh bugilku, kemudian aku memeluknya dengan erat sambil meciumi seluruh tubuh dan lengannya juga. Ardi menatapku penuh mesra dan berkata ” maaaf ya aku cepat kali ini… ” Tapi aku kembali mendekapnya karena akupun merasa puas hari ini.

Cerita Seks Gejolak Nafsu Kontol Tunanganku | ceritablue | 4.5