Cerita Dewasa Kelakuan Tante Binal

Sabtu, Januari 2nd, 2016 - Koleksi Cerita, Tante Setengah Baya
cerita dewasa

Cerita dewasa pelampiasan nafsuku, namaku Rina seorang Ibu rumah tangga saat ini aku sedang menerima ujian suamiku mengalami kelumpuhan sudah hampir empat bulan. Namun untungnya untuk urusan ekonomi aku tidak kekurangan walaupun aku tidak bekerja dan hanya memiliki satu orang anak yang kini tinggal dengan neneknya ibu dari suamiku, awalnya aku tidak mengizinkannya karena aku sangat sayang anakku namun setelah aku merawat suamiku tanpa bantuan perawat akupun kecapekan dan karena itu aku menyerahkan anakku pada mertuaku.
Cerita Tante Binal
Tidak jarang mereka menemuiku tapi yang namanya jarak jauh karena kamo beda kota maka paling banyak setengah bulan sekali mereka mengunjungiku. Aku dengan telaten merawat suami yang sedang sakit ini padahal kalau dilihat dari faktor usia suamiku baru menginjak umur 38 sedang aku saat ini baru umur 33 tahun jadilah aku sendiri merawat suami dan menahan gejolak nafsuku.

Awalnya aku tidak mengingat hal itu bahkan ketika membuka laptop dan membaca cerita dewasa aku hanya sekedar membacanya saja untuk menghindari rasa suntuk setelah sehari bergulat dengan kesibukanku mengurus suami, Walaupun aku merasakan capek pada sekujur tubuhku aku tidak mengeluh di hadapan suamiku paling tidak aku akan pergi kedapur dan menangis disana. Namun sepertinya suamiku mengerti karena kalau dia sudah melihatku tidak banyak bicara dia bilang
“Sudah kamu istirahat sana..” Katanya namun tidak begitu benar tapi karena setiap hari aku dapat mengerti ucapannya.
“Ya Mas nanti aku pasti istirahat…kamu mau duduk di luar..’ Tanyaku namun dia menggeleng akhirnya kamipun duduk di ruang tengah sambil menonton TV.

Hari itu aku kedatangan mertuaku beserta anakku juga, kamipun melepas kangen dan saling bercanda karena anakku saat ini berumur 5 tahun dan sedang lucu-lucunya bahkan aku begitu tersentuh ketika dia bilang
“Mama..kapan jemput aku ke ruamh Nenek?” katanya begitu polos
“Kalau Papa sudah sehat sayang…”Jawabku dengan setenang mungkin walau sesak dalam hati
cuma nginap 3 hari mertuaku disini setelah itu mereka pulang kembali, dan tinggallah aku sendiri bersama suamiku yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Mungkin sudah takdirku untuk mengalami nasib seperti ini, karena wanita sepertiku yang semestinya lagi mesra-mesranya dengan suami harus menerima kalau suamiku tidak dapat memberi kepuasan batin padaku, pernah juga aku membaca cerita dewasa kala itu aku lagi santai duduk di teras depan sedang suamiku berada di dalam namun mungkin karena aku sudah lama tidak pernah di belai akupun menginginkan hal itu akhirnya akupun pergi kekamar mandi dan masturbasi di sana sambil membayangkan cerita dewasa yang aku baca.

Beberapa kali sudah aku melakukan hal itu hingga pada suatu hari aku kedatangan tukang ledeng air yang mengatakan kalau jalur aliran airku ada masalah dan diapun memperbaikinya, aku yang sedang horny ketika membaca cerita dewasa memandangi tukang tersebut kala dia memperbaiki paralon air yang mengalir menuju rumahku, dia begitu serius sedang aku menatapnya tajam dia seorang lelaki yang berbadan kekar dan wajahnya lumayan ganteng namun di wajahnya tumbuh jenggot halus dan kumis yang di biarkan tumbuh berantakan membuat dirinya seperti pria sejati.

Ketika laki-laki itu sudah selesai memperbaiki yang di bagian luar kini dia akan mencoba saluran airku lancar apa tidaknya, akupun langsung mengikutinya dari belakang sedang suamiku saat itu aku biarkan didalam kamarnya.
“Apanya yang rusak Mas…’
“Belum tahu juga Bu kalau yang di dalam belum di coba..’
“Oya kalau gitu silahkan di cek sendiri…” Kataku padahal aku sudah punya rencana
Ketika dia masuk kedapurku dan membuka kran air di pencucian aku dengan sengaja membuka kran itu sehingga airnya muncrat kemana-mana dan diapun basah kuyup oleh air tadi.

Aku pura -pura kaget dan berkata
“Aduh maaf ya kalu begitu Mas ganti baju dulu biar saya ambilkan milik suami saya..”
“Tidak usah Mbak saya bawa..’
“oh kalau gitu silahkan ganti kamar mandi saya sekalian mandi biar saya ambilkan baju Mas..’
“oh terima kasih”
Akupun pergi keluar dan mengambil tas pria itu dari motornya dan ketika sampai di depan kamar mandi aku hanya diam dan berpikir sejenak lalu aku mengetuk pinti kamar mandi dan setelah pintu itu terbuka sedikit aku dengan sengaja berpura-pura kelewatan membukanya dan benar saja aku melihat kontol orang itu, akupun pura-pura melihatnya tapi langsung pergi dari hadapannya.

Setelah beberapa lama kemudian dia keluar dari dalam kamar mandi dan aku menghidankan teh di atas meja dapur, dengan pura-pura menunduk aku bilang
“Silahkan di minum teh nya…’
“Ya mbak..terima kasih…”
Diapun meminum teh tapi aku yakin dia melihtku dan aku tetap berdiri di sampingnya
“Suaminya bekerja Mbak…”
“Oh..ya..” Jawabku bohong
sepertinya dia melihat sekeliling dan dia terbangun lalu pamit akupun mengangguk, dan ketika sampai di pintu dapur kami secara bersamaan masuk dan sontak saja kami sama-sama saling menatap.

Tidak tahu siapa yang memulai duluan kami berciuman di tengah pintu masuk dapur dia melumat bibirku dan diapun mendorong tubuhku sambil memegang kedua pahaku dan diapun mengangkat tubuhku kini kami sudah sama-sama terbuai nafsu seperti dalam cerita dewasa aku merangkul lehernya dan ketika dia meletakkan aku di atas meja akupun semakin menikmati ketika dia meremas buah dadaku aku membalasnya dengan cara membuka bajunya kembali dan diapu n membuka bajuku juga akhirnya kita berdua sama-sama telanjang.

Kini kami benar-benar di penuhi nafsu karena sudah sama-sama segera menuntaskan nafsu kami saat aku akan terlentang dia menghempaskan semua yang ada di atas meja makanku dan menimbulkan suara gaduh namun aku tidak memperdulikannya, dia memsaukkan kontolnya ke dalam lubang memekku dan langsung menggoyangku dengan perlahan pada awalnya dan akhirnya semakin lama semakin cepat dan kamipun mencapai puncak klimaks secara bersamaan
“Aaaaghh…uuugh…” Dia dekap aku dan tetap menggendongku ketika kami sudah sama-sama berdiri akupun mendekapnya
“terima kasih sayang..” katanya
akupun tersenyum dan menutup bibirnya dengan jariku dan bilang
“Jangan keras-keras di dalam ada suamiku”
Dia terkejut namun ketika aku menjelaskan diapun mengerti dan kembali memelukku seakan tahu akan kebutuhanku dan sejak saat itu kami sering melakukannya.

Cerita Dewasa Kelakuan Tante Binal | ceritablue | 4.5