Cerita Dewasa Birahi Memuncak

Selasa, Desember 29th, 2015 - Daun Muda, Koleksi Cerita
cerita dewasa

Cerita dewasa birahi yang bergelora, saat ini aku terjebak dalam cinta terlarang aku mencintai Alvin tunangan sahabatku sebenarnya aku mencintainya sejak dulu karena aku Alvin dan Aldis adalah 3 orang sahabat sejak masih duduk di bangku SMA hingga kini ketika kami sudah dewasa dan sama-sama telah bekerja dan akupun sekantor dengan Alvin sedang Aldis beda tempat kerja dengan kami, entahlah kenapa AlVin Lebih memilih Aldis dari pada aku yang lebih dulu menaruh perhatian dengannya dari pada aldis, mungkin aku bukan tipenya.
Birahi Membara
Walaupun aku mencintainya namun Alvin dan Aldis sama-sama tidak mengetahuinya karena aku pintar di dalam menyimpan perasaanku, seperti waktu itu ketika kami menghabiskan waktu bersama di rumah Aldis yang saat itu tidak ada Ayahnya
“Beb….kalau kita nikah bulan madunya kemana?…” Tanya aldis pada Alvin dan dia saat itu sedang rebahan dalam pangkuan Alvin yang sedang duduk di kursi
“Terserah kamu…makanya pikir-pikir dari sekarang…” Jawab Alvin sambil tetap membaca cerita dewasa
“Kalau menurut kamu Sa…” Aldis balik nanya ke aku
“Lho kalian yang mau bulan madu kok nanya aku…”
“Sa…sa..kamu tuh udah aku anggap sebagai soulmate aku jadi apa kata kamu aku pasti ikutin”
“Ya kalau gitu kalian bulan madunya ke eropa saja..”
“Salsa…!” Mereka berdua langsung teriak bersamaan akupun lari ke dapur sambil tertawa.

Kami sering menghabiskan waktu bareng walaupun sering kali aku menolak namun ketika Aldis sudah merengek minta di temenin sama aku, akupun tidak bisa menolaknya karena sejak kematian ibunya Aldis lebih dekat denganku dari pada saudara-saudarnya bahkan dia sering menginap di rumahku karena di rumahnya kini dia hanya tinggal dengan ayahnya yang tidak mau di suruh kawain lagi sama Aldis, mungkin dia kasihan melihat ayahnya selalu kesepian apalagi kalau Aldis bekerja sampai malam jadilah ayahnya makan malam sendiri.

Hingga akhirnya kedua sahabatku itu benar-benar merencanakan pernikahannya, dan sebagai sahabat mereka menyerahkan semua tanggung jawabnya padaku mulai dari katering, tenda sampai urus surat-surat juga aku. Saat itu aku baru datang dari tempat catering karena sengaja aku tidak masuk kantor hari ini untuk mencari catering yang enak namun murah, saat tiba di rumah Aldis aku berbaring di atas sofa ruang tamunya saat itu pula datang Aldis dan Alvin
“Aduh….capek…ya….” Kata Aldis menghampiriku dan memelukku sedang Alvin duduk di sebelah kami
“Sampai mana sayang…’
“Pokoknya nggak usah khawatir tentang semua yang aku urus nanti kalian terima beres”
“Makasih sayang kamu memang soulmate tiada duanya…” Kmbali Aldis memelukku. Kami mengobrol saat itu hingga akhirnya aku pulang dan Alvin menumpang sampai rumahnya akupun mengantarnya walau dalam hati miris mengingatnya.

Hingga suatu hari aku sedang mampir ke rumah Aldis karena ada sesuatu yang harus aku kasih tahu, namun ketika aku masuk sepertinya tidak ada orang namun sayup-sayup aku dengar suara rintihan dan akupun mendekati suara itu, saat di depan pintu kamar Aldis aku berhenti karena rintihan itu dari sana dan benar saja kala itu aku melihat Aldis sedang mengangkang di bawah tubuh Alvin dan Alvin menggoyangkan badannya hingga mereka saling mengimbangi karena Aldis juga bergoyang dari bawah dari balik pintu aku dapat meihat kalau tubuh mereka sama-sama berkeringat sungguh pemandangan yang sama dalam cerita dewasa.

Akupun Horny di balik pintu karena aku begitu terangsang melihat kontol Alvin yang begitu perkasa berdiri tegak dan kokoh, aku pegang kedua tetekku aku remas sendiri sambil terus melihat mereka berdua yang semakin asyik bermain sex di dalam kamarnya tanpa mengetahui kalau aku berada di balik pintunya. Ketika tangan Alvin mengambil bantal yang dia taruh pas di bawah pantat Aldis dan kemudian dia melanjutkan menggoyang kembali saat itu pula aku semakin pingin. Dan aku melihat mereka semakin cepat memompa akupun semakin bergelora menyaksikan hingga akhirnya aku melihat Alvin mengambil kepala Aldis untuk menerima semburan laharnya dan dengan lahap Aldis meminumnya.

Kini mereka sama-sama puas demikian aku yang hanya bisa horny sendirian, takut sampai ketahuan akupun keluar dan duduk di beranda depan karena sampai lama juga mereka tidak keluar akupun hendak beranjak pergi namun ayah Aldis datang
“Kok nggak masuk Salsa…”
“Iya Yah…saya juga barudatang tapi panggil-panggil ga ada orang” Kataku sengaja mengeraskan kata-kataku
Dan aku melihat Aldis keluar dari kamarnya
“Sudah dari Sal…’
“Baru aja…barengan sama Ayah…”
“oh..” Kata Aldis dan akupun langsung mengatakan maksudku saat aku bicara sama Aldis keluar Alvin dari dalam kamar dan sepertinya dia lesu, dan entah kenapa aku melirik pada batang kemaluannya. Dan sepertinya Aldis melihat tatapanku.

Hingga pada suatu hari aku berada di rumah Aldis baru datang mengurus sesuatu lainnya, dan saat itu tidak ada Ayah pergi ke bandung untuk mengundang Saudara-saudaranya langsung karena pernikahan sudah kurang dari sepuluh hari lagi, saat itu aku mandi walau hujan turun dengan lebatnya saat itu pula akuĀ  balik dari kamar mandi dan masih mengenakan handuk tiba-tiba aku terkejut bukan main karena Alvin memelukku dari belakang
“Alvin…apa-apaan kamu..”
“Maaf Salsa…sebenarnya aku nggak pingin nyakitin kamu..’
“Tunggu apa maksudnya ini…”
Belum habis kata-kataku aku kembali di kejutkan oleh Alvin yang menarik handukku saat itu akupun telanjang bulat dan Alvin mendekap tubuhku.

Dengan berbagai cara aku menolak dan tiba-tiba pintu kamar terbuka aku melihat Aldis masuk dan dia tidak terkejut apalagi marah dengan entengnya dia berkata
“salsa…kamu sahabat aku..kenapa kamu nggak pernah bilang kalau kamu suka sama Alvin..kalau aku tahu aku tak kan menyakitimu..”
“Aldis…apa maksudnya…”
“Sudah jangan banyak bicara sekarang kamu juga harus melayani Alvin dan kalau kamu mau aku mau berbagi Alvin sama Kamu..”
“Aldis…”
Belum sempat kata-kataku habis Aldis menaruh tanganku pada pinggang Alvin Aku yang saat itu telanjang hanya bisa diam apalagi ini memang adalah sesuatu hal yang selalu aku impikan, Alvin menciumku dengan mesra dan masih dalam berdiri aku mendapatkan tangannya meremas buah dadaku seperti dalam cerita dewasa, aku melenguh dan dia tiba-tiba membopongku naik ke atas tempat tidur Alvin langsung menyusuri setiap lekuk tubuhku, akupun tidak mali padanya karena di banding Aldis aku lebih putih dan mulus, saat tiba di depan memekku dia kecup dengan mesra hinnga akhirnya dia tenggelamkan wajahnya pada memekku dia jilat dan hisap memekku hingga aku menggelinjang
“Agh…agh….ogh…..ogh..” Desahku menahan kenikmatan.

Sepertinya Alvin benar-benar ingin memuaskan aku dia tidak lagi melihat ke arah pintu, namun aku tahu dari balik pintu itu Aldis sedang melihat kami, aku semakin membuka lebr pahaku ketika Alvin bukan hanya memainkan lidah dan mulutnya namun kini dia memasukkan satu jarinya pada ubang memekku dan tangan satunya meremas tetekku. Sungguh aku merasa puas berkali-kali aku keluarkan lendir yang terasa nikmat saat keluar dari lubang memekku. karena sudah tak tahan Alvin menaiki tubuhku dan menghujamkan kontolnya pada lubang memekku aku memejamkan mata menikmati permainan sex Alvin.

Alvin menggoyang hebat padaku namun aku ingin memuaskan dia aku balik tubuhku dengannya kini aku berada di atas saat itu aku seperti di ganjal sesuatu, ketika sudah pas aku goyang pantatku dan aku melihat Alvin tersenyum sambil tangannya mengelus wajahku dan tangan satunya memegang tetekku, saat itu pula aku melihat Aldis sedang di depan pintu akupun mengangguk tanda memintanya untuk bergabung dan dia langsung mengerti diapun mendekat dan langsung mengulum bibir Alvin kini Alvin kewalahan menerima perlakuan dari kami diapun kini meremasa buah Dada Aldis dngan tangan satunya sedang yag satunya lagi meremas tetekku akupun smakin menggoyang dan saat aku merasa ada getaran dalam sekujur tubuhku yang menyatu pada selangkanganku akupun semakin keras menghentakkan pantatku agar lebih masuk kedalam lubang memekku kontolnya Alvin dan akhirnya akupun mencapai klimaks. Aku terkulai sedang Alvin masih tegang kontolnya dan di ganti oleh Aldis yang kemudian naik keatas kontol itu sedang Alvin langsung mencari bibirku, akupun langsung mengulum bibirnya dan memainkan lidahku dalam rongga mulutnya. Kami terus melakukan permainan sex yng bergelora seperti dalam cerit dewasa, kami benar-benar puas dan itu baru awal karena sejak itu kami sering melakukannya.

Cerita Dewasa Birahi Memuncak | ceritablue | 4.5